Imal ngelindur
Waktu menunjukkan pukul 01.00 malam.
Mendadak Imal berteriak, "Ayaaahhhh....Ayah..... salim.....!!", ujar Imal sambil menjulurkan tangan kanannya.
"Iya....", jawab Ayah.
"Ibu.... salim......!!", ujar Imal lagi sambil menjulurkan tangannya.
"Iya ....", jawab Ibu.
Imal kembali tertidur nyenyak. "Lucu banget melihat tingkahnya kalo lagi ngelindur", cerita sang ayah pada saya.
Takutin
Takutinnnn....Sebenernya sih Pic lama, tapi coba deh liat ekspresinya? suer gak ada bosen2nya liat nih foto...
Imal datang!!!
Imal datang!!!
HAaaaaaaaaa pada akhirnya dia datang kembali ke Jakarta dengan Lion Air keberangkatan pukul 17.00-17.45 WIB hari Kamis 11 Januari 2006. Diantar oleh Eyang uti. Imal dijemput oleh sang Ayah (kakak saya) di Pancoran.
Kira-kira pukul 20.00 WIB si kecil imal datang. Ya Allah betapa saya kangeeeeeeennnn sekali. Saya seperti melihat matahari menampakkan sinarnya diufuk timur. Kesan yang saya dapat lucu!! Menggemaskan!! Saya seperti menemukan anak yang hilang? Haduh… andaikan dia milikku?????? Kapan ya saya bisa punya anak sendiri??? Bahkan tanpa saya sadar saya meneteskan airmata, tanda apa ya??
Keesokan harinya sang ayah dan sang ibu sibuk bekerja, saya manfaatkan kesmpatan untuk bermain-main seharian dengan si kecil Imal sampai puaaasssss!!!!!!!!!!. Haaaaaa…..senangggg sekali rasanya!!!!!!!!!
Sepi.....
Sepi….
Sudah 5 bulan lebih imal berada di Yogya, otomatis postingan tentang Imal tidak ada seiring dengan kepergiannya ke Yogya. Suasana sepi sudah pasti membuat kami harus kembali menyesuaian diri seperti kondisi sebelum imal lahir. Sepiiiii………apalagi kami bukan keluarga besar yang banyak anak. Tetapi kalau urusan rejeki sih tetap ada meski dianggap keluarga sedikit anak.
Sepiiiii…….sunyi…………dan itulah kehidupan kami sehari2 tapi alhamdulillah kami masih punya banyak saudara, family, teman, sahabat, kerabat, tetangga dan orang orang dekat yang selalu berada disekitar kami.
Sekali lagi, kutunggu kedatanganmu imalku sayang. Tante rindu akan kehadiranmu sayanggg…..
Duri itu
Duri itu...
Kenyataannya tidak semudah seperti yang saya bayangkan saat duri ikan tersangkut di kerongkongan Imal. Bagaimana tidak panik?? saya belum pernah punya anak dan saya juga tidak tahu Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK). Kebetulan saat itu ayah dan ibunya belum pulang kantor. Hanya saya dan mama yang ada dirumah.
Imal tidak menangis, dia hanya mengeluh dan mengerang. kelihatannya sakit sekali?? Rasanya setiap detik begitu berarti buat imal. Dari mulai kelihatan segar....semakin lama kemerah-merahan, layu.., lemas ...sampai akhirnya hanya duduk diam tak berdaya. duhhh kasihan sekali rasanya. Saya malah sempat membayangkan bayi tetangga yang meninggal beberapa waktu lalu karena duri ikan. Duh Tuhan jangan sampai itu terjadi lagi!!
Dengan sekali hentakan mama paksa Imal untuk muntah!! Entah karena kaget? takut? atau yang lain....tiba2 imal muntah. Dia keluarkan semua makanan yang ada diperutnya. Habis itu kondisinya berangsur-angsur kembali pulih seperti sedia kala. Alhamdulillahirobbil aalamin. Legaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....sekali rasanya.
Lagu Anak
Lagu Anak...
Tidak terelakkan lagi si kecil imal (satu-satunya keponakan saya) menyanyikan lagu-lagu dewasa seperti Samson, Raja, Nidji dll. Hobinya menyanyi dan berjoged. Bukannya tidak hafal lagu anak justru sudah hafal hampir semua lagu anak. Kalau boleh saya komentari memang lagu anak agak sedikit kurang greget, terlalu sederhana atau apalah namanya. Apalagi untuk tipikal imal yang peminat musik. Disamping itu, adanya TV, odong-odong yang sering lewat depan rumah juga sangat besar pengaruhnya buat perkembangan si Imal.
Ada cara bijak yang biasa kami gunakan. Kebetulan ayahnya senang memainkan alat musik, jadi kami ciptakan lirik yang lebih disesuaikan dengan jiwa si kecil. Lirik lagu Adalah lelakinya Samson kami ubah menjadi: "aku adalah lelaki yang tak pernah lelah belajar mengaji..". Dengan demikian petikan gitar dan bass tetap bisa dinikmati Imal tanpa harus menyanyikan lirik orang dewasa.
"Camcon calah tuh nyanyinya, yang benel cenang mengaji bukan cenang wanita..." begitu komentar Imal. Hihi lucu juga kedengerannya, apalagi ekspresinya gak nahannnn....!!! gemes mes mes mes mes....